Sabtu, 19 April 2014
Berbakat Indonesia: BELAJAR MEMBUAT BATIK CAP, Step By Step
Berbakat Indonesia: BELAJAR MEMBUAT BATIK CAP, Step By Step: BELAJAR MEMBUAT BATIK CAP, Step By Step Berminat mengetahui cara membuat Batik Cap? Belajar membuat Batik Cap, lebih mudah dibanding...
Membuat Ornamen Natal dari Perca Kain Batik
Punya kain batik sisa jahitan? Minta tolong ke tukang jahit kepercayaanmu untuk tidak membuang sisa guntingan atau perca Kain Batik yang kamu jahit. Kalau sudah terkumpul, perca batik bisa disulap menjadi ornamen natal yang cantik dan Unik. Buatan sendiri lho....
Tidak ada duanya kan.....?
Alat yang diperlukan :
1. Gunting kain
2. Gunting kawat
3. Jarum pentul
4. Tang
5. Jarum dan Benang
6. Spidol, pensil, penggaris
Bahan :
1. Perca kain Batik
2. Lem Putih (bisa merk Fox), Lem UHU, atau Lem Lilin/lem tembak
3. Kawat
4. Pita
Cara :
1. Gunting kawat dengan tang atau pemotong kawat 53 cm
2. Tandai kawat dengan spidol setiap 10 cm, bersisa 3 cm
3. Bengkokkan kawat pada tempat yang ditandai spidol, sehingga membentuk bintang bersudut lima.
4. Sisa kawat 3 cm untuk mengikat apa pangkalnya.
5. Jiplak kawat berbentuk Bintang tadi ke Perca Batik, menggunakan pensil, lebihkan 1 cm ke arah luar kawat untuk lipatan. Tandai sudut Bintang dengan pensil pada kain
6. Gunting perca sesuai jiplakan.
7. Gunting juga di sudut bintang yang telah ditandai 1 cm ke arah dalam
8. Letakkan kawat diatas perca, mengikuti bentuk perca
9. Lipat kain sehingga menutupi kawat, dan beri lem pada kain.Kain ketemu kain,kawat diantaranya.
10 Jahitkan pita pada kain yang diberi lem tadi. tujuannya agar potongan kain dan lem tidak terlihat. Bisa juga pita di lem dengan Lem UHU/Lem lilin.
Selesai
Berikut Contoh Ornamen Natal dari Perca kain Batik yang bisa jadi Inspirasi.
Semoga Bermanfaat......
Senin, 10 Februari 2014
8 Langkah Pembuatan Batik Tulis Mozaik
Batik Tulis Mozaik
Oleh : Kesuma Fadilla
Batik Tulis adalah warisan Budaya Bangsa yang kita tidak tahu persis siapa awal mula yang membuat proses batik dengan lilin malam dan pewarnaan alami tersebut, diatas kain mori putih yang kemuadian menjadi bergambar gambar dan berwarna sangat indah nian...
Seiring dengan perkembangan teknologi dan pewarnaan yang semakin tajam dan sempurna, kami mulai mengembangkan teknik "Mozaik" dalam pewarnaan batik Tulis yang kami buat.
Sebenarnya proses ini hampir sama dengan melukis, mencampur warna langsung diatas kain seperti halnya melukis pada kain kanvas. Pewarna yang digunakan tentu saja berbeda dengan pewarna Batik Tulis pada umumnya, karena batik Tulis Mozaik ini menimbulkan efek gradasi atau Mozaik pada kain sehingga percampuran dua atau tiga warna akan menimbulkan warna baru.
Hasil yang menakjubkan ini seakan akan kami mengunakan warna yang sangat banyak sekali.
Kami menyebutnya sebagai "Batik Tulis Mozaik" karena memang pengerjaannya ditulis dengan canting, dan diwarna satu persatu, sesenti demi sesenti, pada kain. Tidak dicelup pada umumnya pebuatan batik tulis biasa. Hasilnya? dapat dilihat sendiri terlihat efek gradasi yang sangat menakjubkan tentunya.
Pertama, kain mori yang dipilih digambar terlebih dahulu dengan pensil 4B. Sebaiknya menggunakan pensil 4b supaya lebih lunak dan lebih mudah menggambar pada kain. Karena menggambar pada kain itu lebih sulit lho daripada menggambar di kertas.
Kedua, kemudian ditulis dangan canting dan lilin malam tentunya. terkadang tidak digambar dengan pensil terlebih dahulu, jadi langsung dicoret dengan canting dan lilin malam. Gunakan lilin malam yang bagus, biasanya berwarna kekuningan, supaya tidak banyak kotoran malamnya, jadi tidak menyumbat canting.
Ketiga, Pewarnaan.
Dibuat pewarna terlebih dahulu. Biasanya perbandingan pewarna dengan air dan pengikat warna adalah 1:1:3 yaitu pewarna : pengikat warna : air, jadi warnanya memang lebih kental. Biasanya 9 - 12 warna yang berbeda misalnya merah, biru ungu, magenta, kuning, hitam, dll.
Satu persatu dengan menggunakan spons yang diikatkan pada bilah bambu atau tusuk sate yang kemudian berfungsi sebagai kuas, satu warna satu kuas. Kain diwarna dengan pewarna yang telah dibuat, prosesnya seperti melukis pada kanvas. Biarkan terjadi percampuran warna pada kain seperti layaknya melukis pada kain kanvas, hanya saja disini melukis pada kain mori.
Keempat, kain dijemur sampai warna benar-benar kering, lebih baik dijemur di tempat yang terkena sinar matahari langsung.
Kelima, Nembok, yaitu pelapisan kembali oleh lilin malam, pada kain yang telah diwarna tadi. nembok ini bisa dilakukan bisa juga tidak. Bila diperlukan warna tutupan pada kain, misalnya tutupan warna hitam, maka gambar yang tidak ingin diberi warna hitam harus ditutup dengan malam terlebih dahulu atau disebut dengan proses nembok.
Tetapi bila seluruh bagian kain sudah terwarna semua, jadi tidak ada mori yang berwarna putih lagi, maka proses nembok tidak diperlukan.
Nembok dilakukan dengan canting dan lilin malam juga, tetapi biasanya ukuran lubang canting lebih besar, dan pada ujung canting (tempat keluarnya malam) ditempel dengan sedikit kain kasa, tujuannya agar memudahkan proses nembok, supaya lilin malamnya tidak mbleber kemana-mana.
Jadi sekali lagi, nembok dilakukan pada motif atau gambar yang telah diberi warna dengan teknik mozaik sebelumnya
Keenam, Pencelupan Warna Tutupan.
Proses ini dilakukan bila ada proses keempat atau nembok tadi, bila tidak ada proses pencelupan, maka tidak perlu ada pencelupan warna, langsung ke proses keenam.
Ketujuh, Ngelorod.
Yaitu proses pelepasan malam dari kain. Biasanya menggunakan air mendidih. Untuk memudahkan proses Lorod, bisa ditambahkan tepung kanji yang telah dilarutkan dalam air dingin terlebih dulu.
Penghilangan lilin malam bisa juga dilakukan dengan bensin atau solar. hanya saja resikonya terlalu besar karena dibutuhkan Bansin atau Solar yang cukup banyak, satu tong untuk bisa melorod bermeter-meter kain.
Beberapa pengrajin menggunakan bensin atau solar untuk melorod kain Sutera. dan tentu saja kalau pakai bensin atau Solar tidak perlu didihkan, cukup dicelup dan diaduk2 sebentar. Sangat tidak disarankan karena sangat riskan dan berbahaya.
Kedelapan, Penjemuran.
Dijemur dipanas matahari.
Mudah sekali bukan Prosesnya.
Gambar 1. Pewarnaan Mozaik
Gambar 2. Penjemuran
Gambar 3.Penjemuran setelah nembok
Gambar 4. Setelah penutupan warna
Gambar 5. Penjemuran setelah penutupan warna
Gambar 6. Penjemuran di terik matahari
link : www.facebook.com/Originalbatik
Langganan:
Komentar (Atom)




















